Showing posts with label membangun usaha mandiri. Show all posts
Showing posts with label membangun usaha mandiri. Show all posts

Memulai Bisnis Online untuk Belajar Berdagang

Posted by Noer Rachman Hamidi on Sunday, January 13, 2013

Memulai ber-bisnis online merupakan langkah awal pe-bisnis mandiri untuk belajar promosi dan berdagang. Langkah-langkah awal yang perlu diperhatikan untuk para pengusaha bisnis online adalah:
  1. Mempersiapkan produk yang akan di-promosikan.
  2. Menyiapkan judul yang menarik dan merupakan "keyword" yang unik, sehingga akan disukai pencari informasi melalui google dan menarik hati untuk dibaca dan dilihat lebih lanjut.
  3. Membuat artikel yang original bukan "copy paste" yang merupakan hasil karya sendiri. Sesuai dengan sifat-sifat yang baik dari Rasulullah SAW (Amanah, Fathonah, Tabligh & Istiqomah), yaitu sifat "Tabligh" dalam bentuk tulisan.
  4. Diusahakan memiliki gambar dan video yang menarik agar para pencari informasi melanjutkan mempelajari informasi-informasi yang disukai. Hal ini mendapatkan penilaian dari mesin pencari Google.
  5. Dengan disertai "Judul" yang tidak biasa, akan mempercepat kenaikan ranking di mesin pencari google.
  6. Usahakan paragraf dapat membikin penasaran dan disertai tulisan dengan minimal 400 kata yang mengandung "keyword" atau kata kunci sesuai dengan apa yang akan kita promosikan.
  7. Memberikan informasi yang berguna disertai data dan angka sehingga diharapkan menjadi informasi terakhir yang terlengkap dari para pencari informasi.
Belajar Promosi dan Berdagang adalah merupakan "Job Securty" (pengaman pekerjaan) untuk para pe-bisnis mandiri yang diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kemakmuran umat di era mudahnya informasi pada akhir-akhir ini.

Dengan kita memahami cara ber- promosi yang benar dan baik, maka kita dapat meningkatkan kemampuan kita dalam membangun"Job Security" yang bisa kita rasakan sampai usia pensiun kita. Karena justru bidang usaha membangun bisnis mandiri inilah yang paling aman bagi untuk semua orang yang telah dikaruniai Allah SWT berupa Nikmat Sehat dan Nikmat Waktu atau kesempatan di era informasi dengan biaya murah dan nyaris gratis bila kita mampu meng-amal-kan ilmu kita mengoptimasikan produk-produk kita melalui internet.

Pemahaman umum bahwa perusahaan besar atau institusi ternama lebih mampu memberikan "job security", tidak sepenuhnya atau selamanya benar. Tahukah anda bahwa bila karir anda menanjak dengan cepat, ini juga bisa berakibat anda kehilangan pekerjaan dengan cepat? Kok bisa?

Ambil contohnya adalah bila anda seorang karyawan, kemungkinan besarnya anda ingin secepatnya naik pangkat dan menjadi direksi. Justru ketika anda mencapai cita-cita anda menjadi direksi, saat inilah anda kehilangan "job security" yang diidamkan oleh orang tua dan mertua tersebut di atas. Rata-rata direksi bekerja dengan kontrak 3 s/d 5 tahun per periodenya, mereka bisa menjabat rata-rata sampai dua periode. Maka ketika seorang karyawan mencapai posisi direksi, dia harus siap kehilangan pekerjaannya dalam rentang waktu 6 s/d 10 tahun lagi paling lama.

InsyaAllah kita semua bisa...

Wallahu A'lam









Description: Memulai Bisnis Online untuk Belajar Berdagang
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Memulai Bisnis Online untuk Belajar Berdagang
SelengkapnyaMemulai Bisnis Online untuk Belajar Berdagang

Kita Bisa Menjadi Seperti Apa Yang Kita Cita-Citakan

Posted by Noer Rachman Hamidi on Wednesday, November 28, 2012


Banyak orang takut membuat cita-cita, ia terbelenggu dengan kondisi dirinya, lingkungannya dan orang-orang terdekatnya serta pengalaman hidupnya. Akhirnya ia hidup mengalir begitu saja tanpa cita-cita.

Cita-cita adalah gambaran keinginan bahwa kita nanti akan menjadi seperti apa, mempunyai apa, siapa orang-orang tercinta yang akan mendampingi kita, apa yang akan kita lakukan untuk mereka, punya rumah di mana, pergi kemana, siapa yang akan menjadi kolega kita, dan semua gambaran indah yang kita inginkan di masa yang akan datang. Dalam bahasa Indonesia itu kita sebut sebagai cita-cita, dalam bahasa Inggris sering disebut dream.

Cita-cita merupakan kumpulan keinginan-keinginan yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah drama situasi diri kita di masa mendatang, sebuah mimpi masa depan. Mungkin itu sebabnya orang barat menyebutnya sebagai dream.

Makin jelas sebuah mimpi makin mudah membayangkan bagaimana cara meraihnya, dan makin mudah pula mimpi itu menjadi kenyataan. Karena begitu jelasnya sebuah mimpi pada diri seseorang, dia bahkan bisa menggambarkan tahap demi tahap bagaimana cara meraih impian tersebut. Setiap tahap disusun dan direncanakan, kapan tahap pertama dicapai dan kapan tahap-tahap berikutnya hingga ahirnya impian itu menjadi kenyataan.

Mimpi yang tervisualisasi dengan jelas itu dalam dunia professional disebut sebagai Vision, dan bagaimana cara meraihnya sering disebut sebagai mission, serta kepastian tahapan-tahapan yang akan dilakukan sering disebut sebagai Strategic Planning.

Cita-cita atau mimpi yang diyakini sepenuh hati bisa melahirkan berbagai potensi kekuatan dari dalam diri. Pola pikir, sikap, keberanian, komitmen, perencanaan, tindakan yang konsisten, kesabaran, keteguhan, adalah potensi yang mendukung kita untuk meraih cita-cita. Semua potensi itu tidak akan keluar kalau kita tidak punya cita-cita.

Cita-cita juga menumbuhkan harapan dan doa. Doa merupakan potensi yang luar biasa untuk meraih cita-cita. Dalam AlQuran disebutkan “Mintalah kepada-Ku(Allah) niscaya Kuperkenan”. Kita tidak pernah berdoa kalau tidak punya kinginan atau cita-cita

Orang-orang sukses punya cita-cita yang jelas.

Setiap manusia punya keinginan, karena keinginan itulah yang menjadi motif dari setiap tindakan. Keinginan bisa jangka pendek atau jangka panjang. Keinginan-keinginan jangka pendek melahirkan tindakan-tindakan spontan, sedangkan keinginan-keinginan jangka panjang melahirkan tindakan-tindakan terrencana. Keinginan-keinginan jangka panjang itu adalah cita-cita.

Orang-orang sukses mempunyai cita-cita yang jelas, aktifitas hidupnya terrencana, ingin menjadi apa lima tahun mendatang, terus apa yang harus dilakukan tahun depan, bulan depan, dan minggu depan. Terlepas dari berhasil atau tidak, berbagai kegiatan dan aktifitas sudah terprogram untuk menuju kepada sebuah tujuan tertentu yang mereka sebut sebagai cita-cita.

Sebaliknya orang kebanyakan cita-citanya kabur atau bahkan tidak punya cita-cita. Hidup bagi mereka mengalir begitu saja tidak tahu harus melakukan apa tahun depan, atau bulan depan. Bahkan yang lebih parah minggu depanpun tidak tahu akan melakukan apa, ini menjadi paradigma sebagian besar dari kita.

Kita bisa menjadi seperti apa yang kita cita-citakan.

Rhonda Byrne, penulis buku The Secret, Michael J. Losier, penulis buku The law Of Atraction, mengatakan bahwa apa yang kita inginkan, kemudian kita bayangkan dalam benak kita dengan segenap perhatian dan energi, maka hal tersebut akan menjadi kenyataan dalam hidup kita. Andre Wongso, motivator terkenal Indonesia, mengatakan anda bisa menjadi seperti apa yang anda inginkan. Muhammad Rosulullah menyampaikan bahwa Tuhan berfirman “Aku mengikuti sangkaan hambaKu, jika sangkaanya baik maka baiklah baginya, jika sangkaanya buruk maka buruklah baginya”. Kalau kita berprasangka bahwa Tuhan akan menjadikan kita orang yang berhasil, maka oleh Tuhan kita akan dijadikan berhasil.

Ketika kita menginginkan sesuatu dengan keinginan yang kuat dan dengan keyakinan, maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi kreatif bagaimana cara memperolehnya. Demikian pula jika kita mencita-citakan sesuatu maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi bagaimana cara mencapainya. Di bawah ini adalah sebuah ilustrasi berkaitan dengan keinginan yang kuat dan memunculkan solusi-solusi kreatif.

Sepasang suami istri pulang dari perjalanan jauh dan mereka sangat haus, sesampai di dalam rumah sang suami langsung buka kulkas, dan membayangkan betapa nikmat dia minum pepsi yang dingin dari dalam kulkas. Kemudian mencari pembuka botol ternyata tidak ditemukan. Dicarilah cara lain, dicungkilnya tutup botol tersebut dengan sudut pinggiran tembok dapur, ternyata malah temboknya yang cuil dan botol tidak berhasil terbuka. Dicobanya lagi dengan ujung pisau, tidak berhasil, masih tidak putus asa lalu mencari gunting untuk melubanginya. Apapun diupayakan caranya untuk membuka botol tersebut, namun guntingpun tidak ditemukan, ahirnya pakupun boleh. Ahirnya dengan batu dan paku dia bisa menikmati pepsi seperti yang dicita-citakan.

Istrinya juga penggemar pepsi, namun melihat perjuangan suaminya ia mengatakan “ah… bukan pepsi juga nggak apa-apa, air juga cukup nikmat untuk menghalau dahaga”. Istrinya ini punya pilihan lain, baginya air sudah cukup, tidak harus berjuang demikian berat untuk membuka botol.

Dalam bercita-cita, kita diberi banyak pilihan, bebas memilih, benar-benar bebas memilih. Boleh menjadi kaya, menjadi orang berilmu, menjadi terkenal, bermanfaat untuk orang banyak, atau ingin menjadi orang biasa saja. Cita-cita adalah sebuah pilihan jalan hidup, kita tinggal membuatnya kemudian percayakan kepada Allah maka Allah akan menunjukkan jalannya. Masalahnya adalah, banyak orang tidak punya cita-cita. Jika tidak punya cita-cita, hidup kita tidak ada yang berubah, kecuali menjadi tua, sakit dan mati, tak berarti, tanpa pernah ada yang mencatat keberadaan kita di dunia.

Buatlah cita-cita, percayakan pada Allah

Beranilah bercita-cita, buatlah cita-cita dan kemudian serahkan kepada Allah, yakinlah kepadaNya, karena Allah telah berfirman “…siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan siapa yang mengikuti perintahnya niscaya selalu dibukakan jalan keluar”. Dalam ayat yang lain disebutkan “barang siapa yang berserah diri kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya”.

Wallahu a’lam.

Posted by Kantor di Rumah








Description: Kita Bisa Menjadi Seperti Apa Yang Kita Cita-Citakan
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Kita Bisa Menjadi Seperti Apa Yang Kita Cita-Citakan
SelengkapnyaKita Bisa Menjadi Seperti Apa Yang Kita Cita-Citakan

Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah