“(Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS 3:138).
Bila hanya sebagai penerang atau penjelasan (bayaan), maka Al-Qur’an adalah untuk semua manusia (linnaas). Itulah sebabnya banyak orang yang sangat memahami Al-Qur’an, tetapi Al-Qur’an-nya tidak/belum tentu menjadi petunjuk dan nasihat baginya – Al-Qur’an berhenti sebatas ilmu atau sekedar penjelasan baginya. Al-Qur’an tidak menjadi perbuatan atau amalan-nya.
Al-Qur’an baru menjadi penggerak bila setelah menjadi ilmu atau pemahaman, Al-Qur’an berlanjut menjadi petunjuk (huda) dan nasihat (mau’idhah) – dan ini hanya berlaku bagi orang-orang yang bertakwa (lilmuttaqiin).
Namanya juga petunjuk, Al-Qur’an akan menjadi petunjuk dan nasihat - bila setelah memahaminya orang tergerak untuk ber’amal sesuatu (yang baik) atau menghentikan suatu amal/perbuatan (yang buruk). Karena takwa antara lain adalah target puasa kita semua yang baru selesai beberapa hari lalu, maka bila puasa kita mencapai sasarannya – insyaAllah.
Mestinya kita bisa menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebatas penerang/penjelasan (bayaan) tetapi juga sebagai petunjuk (huda) dan nasihat (mau’idhah) bagi kita semua – karena memang demikianlah orang-orang bertakwa bersikap terhadap Al-Qur’an.
Sebagai huda maupun mau’idhah, Al-Qur’an insyaAllah akan menggerakkan diri-diri kita untuk berbuat sesuatu yang baik, yang dalam dalam konteks inilah insyaAllah salah satunya kita akan membangun bersama negeri ini menjadi negeri yang baik- Baldatun Thoyyibah.
#memotivasi diri sendiri.
rumah hikmah Description: Memahami Al Quran
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Memahami Al Quran